Sabtu, 04 April 2015

Notifikasi ala Lollipop Bisa di Semua Android, Caranya?

KOMPAS.com - Pengguna smartphone atau tablet Android versi apapun kini bisa merasakan fitur ala Android terbaru, Lollipop. Caranya dengan menggunakan aplikasi Heads-up Notifications besutan developer Simen.codes. 

Yang menarik dari notifikasi Android 5.0 Lollipop unsur praktisnya karena bisa muncul di manapun, sehingga pengguna tidak akan ketinggalan membaca pesan penting.

Bentuknya berupa kotak berisi teks dan foto pengirim pesan yang dapat muncul mengambang pada lock screen, home screen, atau ketika penggunanya sedang bermain game. 

ist. Notifikasi Android Lollipop.
Pengguna yang ingin langsung membuka pesan tersebut pun tidak dibuat repot dengan keharusan keluar dari aplikasi yang sedang digunakan.

Ketika notifikasi muncul, cukup menyentuhnya maka pesan pun akan langsung terbuka. Pengguna juga bisa menghapus notifikasi dengan mengusapnya ke arah kanan. 

Bagi yang ingin mencicipi notifikasi ala Android Lolipop, berikut ini panduan yang disusunKompasTekno, Senin (22/12/2014).

1. Unduh aplikasi "Heads-up Notifications" dari Google Play Store melalui tautan ini. Install aplikasi tersebut dan jalankan.

Play Store Notifikasi Android Lollipop.

2. Pilih opsi "Toggle heads-up" dan aktifkan. Anda akan diberitahukan bahwa aplikasi ini dapat membaca semua notifikasi yang masuk ke smartphone, termasuk kontak serta pesan. Pilih "Ok" untuk menjalankan aplikasi tersebut.

ist.
Notifikasi Android Lollipop.
3. Pilih "Setting", lalu "App Filter" untuk menyaring aplikasi apa saja yang notifikasinya dapat muncul melalui Heads-up. Selain itu, Anda juga bisa menentukan notifikasi apa saja yang jadi prioritas (memerlukan OS Android 4.1).

ist.
Notifikasi Android Lollipop.
Selain itu, Anda juga bisa melakukan banyak pengaturan, seperti posisi pop-up, cara menghapus notifikasi, ukuran font, ikon ala Android Lollipop, serta pocket detection yang membuat layar smartphone tidak menyala jika posisinya sedang berada dalam saku.
Editor: Reza Wahyudi
Read More

Jumat, 03 April 2015

Lamborghini Rilis Ponsel Super Mewah

KOMPAS.com - Selama ini, Lamborghini dikenal sebagai produsen mobil mewah. Namun, siapa sangka, perusahaan asal Italia ini cukup rajin dalam merilis perangkatsmartphone.

Lamborghini pun telah merilis smartphone terbarunya. Perangkat berbasis sistem operasi mobile Android tersebut dinamakan Tonino Lamborghini 88 Tauri.

Mengemban nama Lamborghini, perangkat tersebut hadir dengan desain dan bentuk yang terkesan mewah. Tubuh dari perangkat ini, seperti KompasTekno kutip dari Phone Arena, Rabu (10/12/2014), dilapisi dengan material metal dan kulit.

Tonino Lamborghini 88 Tauri dilengkapi dengan spesifikasi yang cukup tinggi untuk ukuran saat ini. Ia memiliki layar 5 inci Full HD 1080P dengan lapisan oleophobic (anti-noda/anti-minyak) di atas kaca buatan Corning, Gorilla Glass 3.

Dari segi jeroan, smartphone tersebut ditenagai prosesor Snapdragon 801 2.3 GHz quad-core dari Qualcomm, RAM 3 GB, dan baterai 3.400 mAh.

Perangkat itu memiliki kamera 20 megapiksel di bagian belakangnya dengan lampu kilat dual LED dan kamera depan 8 megapiksel. Tonino Lamborghini 88 Tauri berjalan di sistem operasi Android 4.4.4 KitKat.

Produk tersebut sudah mendukung jaringan 4G LTE dan mendukung penggunaan dua kartu SIM sekaligus.

Tidak jauh berbeda dari produk Lamborghini lainnya, Tonino 88 Tauri memiliki banderol harga yang sangat tinggi. Perangkat ini dilepas dengan harga 6.000 dollar AS atau sekitar Rp 74 juta.

Tertarik dengan smartphone terbaru Lamborghini ini? Jika iya, bergegaslah. Lamborghini memproduksi perangkat ini dengan jumlah terbatas, hanya 1.947 unit saja.
Read More

Xiaomi Makin Agresif, Ini Kata Vendor Android Lokal

KOMPAS.com - Pasar ponsel Indonesia kian menggiurkan saja. Mengacu data lembaga riset global, GFK, pasar ponsel Indonesia tahun 2015 diprediksi masuk tiga besar dunia di bawah China dan India.

Peluang ini tidak disia-siakan produsen ponsel asal China, Xiaomi. Agar bisa mencicipi pasar ponsel tahun 2015 nanti, Xiaomi sudah menyiapkan strategi meluncurkan produk di Indonesia sejak September 2014.

Keputusan Xiaomi itu berada di jalan yang benar. Wall Street Journal melaporkan, dalam rentang waktu tiga bulan, penjualan ponsel Xiaomi menembus angka 100.000 unit. Untuk diketahui, Xiaomi masuk Indonesia dengan menyasar pasar menengah kisaran harga Rp 1,5 juta per unit.

Angka penjualan Xiaomi pantas bikin khawatir produsen ponsel menengah Indonesia. Apalagi, Xiaomi terbilang merek baru di Indonesia. Produsen ponsel yang terganggu dengan Xiaomi ini tentulah produsen ponsel menengah produksi lokal.

Jika tak pandai-pandai, bisa saja ceruk pasar mereka diboyong oleh Xiaomi. "Pasar terganggu itu pasti,” kata Tjandra Lianto, Direktur Marketing PT Arga Mas Lestari, produsen ponsel merek Advan kepada Kontan, Senin (1/12/2014).

Namun, Tjandra berdalih, segmen pasarnya berbeda dengan segmen pasar Xiaomi. Menurut dia, Xiaomi fokus menjual produk secara online, sedangkan Advan menyasar toko yang bisa dijangkau dan dilihat konsumen. "Merek itu (Xiaomi) menyasar konsumen yang bisa mengakses pembelian online," kata dia.

Saat ini, Advan menjual ponsel sekitar 50.000 unit per bulan. Jika dihitung dalam tiga bulan, Advan menjual ponsel sebanyak 150.000 unit, lebih tinggi dari penjualan Xiaomi sebanyak 100.000 unit.

Berbeda dengan PT Hartono Istana Teknologi, selaku produsen ponsel merek Polytron yang menyatakan tak terpengaruh dengan kehadiran Xiaomi. Santo Kadarusman, Public Relations and Marketing Event Manager PT Hartono Istana Teknologi bilang, penjualan ponsel Polytron masih lebih banyak dari Xiaomi. "Kami tidak terganggu,” klaim Santo.

Menurut Santo, saat ini tren penjualan ponselnya naik seiring dengan kenaikan produksi. Jika tak ada aral melintang, Polytron akan menambah kapasitas produksi menjadi 300.000 unit ponsel per bulan di Juli 2015. 

Namun begitu, Santo tak mau anggap remeh Xiaomi. Ia akan mempersiapkan strategi menghadapi serbuan ponsel impor dengan merilis smartphone seharga Rp 1,5 juta. Setelah itu Polytron menambah jalur distribusi dan menambah pusat layanan. (Kontan/Francisca Bertha Vistika)
Read More

Pengguna Internet Indonesia Nomor Enam Dunia

KOMPAS.com — Berapa jumlah pengguna internet di Indonesia? Menurut lembaga riset pasar e-Marketer,  populasi netter Tanah Air mencapai 83,7 juta orang pada 2014.

Angka yang berlaku untuk setiap orang yang mengakses internet setidaknya satu kali setiap bulan itu mendudukkan Indonesia di peringkat ke-6 di dunia dalam hal jumlah pengguna internet.

Pada 2017, e-Marketer memperkirakan, jumlah netter Indonesia bakal mencapai 112 juta orang, mengalahkan Jepang pada peringkat ke-5, yang pertumbuhan jumlah pengguna internetnya lebih lamban.

Secara keseluruhan, jumlah pengguna internet di seluruh dunia diproyeksikan bakal mencapai 3 miliar orang pada 2015. Tiga tahun setelahnya, pada 2018, diperkirakan sebanyak 3,6 miliar manusia di bumi bakal mengakses internet, setidaknya sekali tiap satu bulan.
www.emarketer.com
Jumlah dan proyeksi jumlah pengguna internet di dunia, menurut eMarketer
"Ponsel dan koneksi broadband mobile terjangkau mendorong pertumbuhan akses internet di negara-negara yang tidak bisa mengandalkan fixed line, entah karena masalah infrastruktur atau biaya," ujar analis senior eMarketer, Monica Peart.

Peart menyebutkan bahwa negara berkembang seperti Indonesia dan India masih memiliki ruang pertumbuhan jumlah pengguna internet yang besarnya bisa mencapai dua digit setiap tahun.

Di atas Indonesia, lima besar negara pengguna internet di dunia secara berurutan untuk saat ini diduduki oleh Tiongkok, Amerika  Serikat, India, Brasil, dan Jepang.

Jumlah pengguna internet di Tiongkok saat ini tercatat sebanyak 643 juta orang, lebih dari dua kali lipat populasi netter di Amerika Serikat yang sebesar 252 juta jiwa.
Read More

Kamis, 02 April 2015

Nokia Dipastikan Stop Produksi "Smartphone" Selamanya

KOMPAS.com  Setelah bisnis perangkat Nokia diambil alih sepenuhnya oleh Microsoft, banyak beredar kabar tak pasti apakah Nokia akan terus membuat produk smartphoneatau tidak. Merek yang akan digunakan pun belum pasti.

Namun, CEO Nokia, Rajeev Suri, secara tegas mengumumkan bahwa Nokia tidak akan kembali ke pasar smartphone. Suri juga menambahkan bahwa merek Nokia sedang dipertimbangkan untuk dijual lisensinya.

"Kami tidak akan kembali menjual perangkat secara langsung ke konsumen, tetapi brandini tetap akan hadir di dunia konsumer," ujar Suri dalam sebuah kesempatan pertemuan dengan analis di London, seperti dikutip KompasTekno dari Trusted Reviews, Jumat (14/11/2014).

"Brand Nokia sangat kuat, dan kami sedang mempertimbangkan untuk menjual lisensinya, kami akan mempertimbangkannya masak-masak," imbuh Suri. 

Seperti kita ketahui, Nokia telah menjual divisi perangkatnya ke Microsoft pada September 2013 lalu dengan nilai 7,17 miliar dollar AS. Microsoft sendiri pada minggu lalu mulai memperkenalkan perangkat Lumia pertama dengan merek Microsoft, yaitu Lumia 535.

Kini, bisnis yang murni dimiliki Nokia tinggal tiga divisi, yaitu divisi jaringan, teknologi, dan pemetaan Here. 

Menurut Suri, ketiga divisi tersebut masih memiliki kesempatan untuk bertumbuh pada masa mendatang. Nokia juga berinvestasi di jaringan 4G dan Internet of Things (ioT) untuk mengembalikan perusahaan ke jalur yang tepat.
Read More

Lumia Pertama Tanpa Nokia Segera Hadir

KOMPAS.com - Microsoft sedang merencanakan peluncuran perangkat smartphone Lumia pertama mereka yang tidak menggunakan embel-embel Nokia sama sekali. 

Hal ini tampak dari teaser yang mulai disebarkan Microsoft, misalnya melalui blog Nokia Conversations. Teaser itu berupa gambar sepotong ponsel Lumia dengan tulisan 11.11.14 #MoreLumia. 

Kalimat berikut ini juga tercantum di gambar itu: "Microsoft is delivering the power of everyday mobile technology to everyone.

Dari kalimat itu, dugaan yang terbit adalah perangkat Lumia yang akan diperkenalkan oleh Microsoft itu adalah perangkat dengan harga terjangkau. Hal ini juga disebutkan oleh sumber internal Microsoft kepada TheVerge, yang dikutip KompasTekno, Minggu (9/11/2014). 

Belum ada kabar apakah Lumia ini akan mengikuti penomoran seperti sebelumnya di era Nokia, atau akan ada model lain yang diterapkan Microsoft. 

Menurut TheVerge, spesifikasi perangkat itu mencakup layar 5 inci, RAM 1GB, kamera 5MP dan prosesor 1.2GHz Snapdragon. Perangkat itu juga disebut akan memiliki kamera depan.
Read More

Oppo Siap Bangun Pabrik di Indonesia

SINGAPURA, KOMPAS.com - PT Indonesia Oppo Electronics, anak usaha Oppo Electronics untuk Indonesia, akan meneruskan rencananya membangun pabrik di Indonesia. 

Hal itu awalnya disampaikan oleh Sky Li, General Manager Oppo pusat, dalam bincang-bincang dengan media seusai peluncuran Oppo N3 dan R5 di Marina Bay Sands, Singapura (29/10/2014). 

"Kami secara aktif mempertimbangkan pembangunan pabrik di Indonesia. Saat ini sedang ada studi dalam hal pajak, kepatuhan pada aturan dan kebiasaan pengguna," ujarnya.

Selama ini, ujar Sky, kehadiran Oppo di suatu negara akan selalu diikuti dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia juga. Pihak Oppo, ujarnya, bersedia memberikan pelatihan dan berbagi pengetahuan serta keahlian. 

Jet Lee, CEO PT Indonesia Oppo Electronics, mengatakan rencana pembangunan pabrik itu memang sudah berjalan. Lokasinya, ujar Jet, akan ada di wilayah Tangerang. 

"Kapasitas pabrik itu akan mencapai 500.000 perangkat per bulan. Pabrik ini dibuat untuk memenuhi pasar Indonesia saja," ujarnya di lokasi yang sama.

Saat ini, menurutnya, Indonesia merupakan salah satu pasar yang bagus untuk Oppo. Penjualannya mencapai 200.000 perangkat per bulan. 

Oleh karena itu ia menegaskan komitmen Oppo untuk berinvestasi di Indonesia tak akan tanggung-tanggung. Ia memperkirakan dana investasi pabrik itu mencapai 30 juta dollar AS. 

Oppo di Indonesia juga telah membuka lapangan kerja yang cukup besar, bahkan sebelum pabrik itu beroperasi. Saat ini PT Indonesia Oppo Electronics dikatakan telah memiliki 5.000 karyawan. 

Pabrik Oppo di Tangerang menurut Jet ditargetkan untuk beroperasi pada Maret 2015. Namun ia tidak menjelaskan apakah kapasitas operasinya akan langsung ke 500 ribu gadget per bulan atau tidak.
Read More